contoh proposal pengembangan Usaha

Kata Pengantar
Puji dan syukur pada Tuhan Yang Maha Esa
Penguatan sektor usaha kecil dan menengah merupakan salah satu arah kebijakan pembangunan Indonesia. Usaha kecil menengah memiliki kemampuan untuk survive pada masa-masa krisis ekonomi melanda negara. Di saat usaha-usaha besar goyah dihempaskan badai krisis moneter, sektor UKM inilah yang mampu memberikan nafas pada ekonomi bangsa.
Warung makan merupakan UKM di bidang barang dan jasa. Kompleksnya kebutuhan masayarakat, serta sedikitnya alokasi waktu untuk memenuhi kebutuhan pokok, membuat usaha di bidang ini berkembang pesat. Perkembangan usaha ini dapat terlihat jelas di berbagai kota padat penduduk dan padat aktifitas, tidak terkecuali di daerah lokasi usaha yang kami dirikan.
Proposal yang kami susun ini, merupakan usaha pengembangan warung makan yang telah kami kelola, sebagai salah satu usaha potensial yang dapat berkembang di masa mendatang. Keberhasilan usaha kami diharapkan dapat meningkatkan pengembangan dan pembangunan daerah, khususnya di bidang tata boga. Untuk itu kami mengharapkan dukungan dan bantuan dari semua pihak yang terkait, baik langsung maupun tidak langsung, agar dapat membantu dan bekerja sama untuk pengembangan usaha kami.
Terima kasih

Makassar, 4 Januari 2008
Kios AZ-ZAHRA

Daftar Isi

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
Daftar Tabel iii
I. LATAR BELAKANG 1
A. Latar Belakang dan Perkembangan Usaha 1
B. Manfaat Usaha 1
II. ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN 2
A. Deskripsi Usaha 2
B. Manajemen Usaha 2
C. Usaha-usaha Yang Telah Dikelola 2
III. ASPEK PEMASARAN 3
A. Gambaran Umum Pasar 3
B. Permintaan 3
C. Penawaran 4
D. Rencana Penawaran dan Pangsa Pasar 4
E. Strategi Pemasaran Perusahaan 4
F. Kendala Yang Dihadapi 5
G. Perencanaan Usaha 5
IV. ASPEK PRODUKSI 6
A. Gambaran Umum Produksi 6
B. Pengembangan Produksi 6
V. ASPEK KEUANGAN 7
A. Tinjauan Keuangan 7
B. Analisis Usaha 11
C. Pinjaman dan Pengembalian Pinjaman 11
VI. PENUTUP 12
APENDIKS


Daftar Tabel

Tabel 1. Proyeksi Permintaan Selama 5 Tahun Mendatang 3
Tabel 2. Proyeksi Penawaran Usaha 5 Tahun Kedepan 4
Tabel 3. Rencana Pengembangan Pasar 5 tahun kedepan 4
Tabel 4. Keuangan Kios Az-Zahra 7
Tabel 5. Biaya Penyusutan Alat Produksi Kios Az-Zahra 7
Tabel 6. Cash Flow Usaha 8
Tabel 7. Skema Laba Usaha 9
Tabel 8. Perencanaan Pendanaan Pengembangan Kios Az-Zahra 10


I. LATAR BELAKANG

A. Latar Belakang dan Perkembangan Usaha
Tingginya angka pengangguran di Indonesia, termasuk kota Makassar disebabkan oleh ketidak seimbangan antara kebutuhan tenaga kerja dengan alumni yang dihasilkan oleh Universitas-universitas. Hal ini kemudian menjadi acuan bagi pelaku-pelaku kebijakan ketenaga kerjaan untuk mencari alternatif lain untuk menyerap tenaga kerja yang tersedia. Wirausaha merupakan salah satu alternatif yang kami tawarkan yang dapat memberikan solusi atas permasalahan tersebut.
Wirausaha pada sektor barang maupun jasa merupakan urat nadi perekonomian di kota-kota besar seperti Makassar. Tingginya pertambahan jumlah penduduk, mengakibatkan kebutuhan akan barang dan jasa juga meningkat pesat. Masalah menjadi semakin kompleks karena waktu yang tersedia tidak memungkinkan masyarakat untuk dapat mengerjakan segala prioritas kebutuhannya sekaligus. Tawaran akan kebutuhan barang dan jasa yang instan pun menjadi pilihan.
Di sisi lain, alumni-alumni Universitas Hasanuddin sebagai masyarakat akademis, sebagai tulang punggung bangsa, mestinya memiliki keterampilan-keterampilan yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun mayarakat disekitarnya. Selain itu, hal lain yang tidak kalah penting yang harus mereka miliki adalah mentalitas yang kuat dalam menghadapi serangan-serangan arus globalisasi. Pembinaan keterampilan wirausaha, selain secara ekonomi dapat memberikan pendapatan bagi kehidupan yang layak, dari segi sosial-kultural juga dapat memberikan pembelajaran mental yang kuat bagi masyarakat. Alumni Universitas Hasanuddin, sebagai selebriti akademik dengan background kampus terbesar di Kawasan Timur Indonesia, tentunya menjadi sorotan publik dalam mewacanakan hal tersebut.
Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi tiap manusia. Setiap aktifitas yang dilakukan membutuhkan tenaga agar dapat berproduksi. Masyarakat yang tinggal di kawasan pondokan sebgian besar merupakan mahasiswa yang memiliki waktu yang padat dalam beraktifitas, sehingga untuk beberapa kebutuhan pokok seperti makan, mencuci dan lainnya, mereka lebih menyukai yang bersifat instan. Atas dasar inilah kemudian timbul inisiatif pada pelaku-pelaku usaha, untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, dan menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang cukup layak untuk melakukan kegiatan wirausaha.

B. Manfaat Usaha
1. Memberikan keuntungan finansial yang dapat menjadi lapangan pekerjaan bagi alumni Universitas Hasanuddin dan masyarakat sekitar kampus.
2. Sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi Usaha Kecil Menengah.
3. Memberikan pembinaan keterampilan wirausaha untuk meningkatkan kemandirian dan ethos kerja yang diperlukan untuk pengembangan Kawasan Timur Indonesia.
II. ASPEK ORGANISASI DAN MANAJEMEN

A. Deskripsi Usaha
Usaha yang kami dirikan merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di bidang produk makanan yang kami beri nama kios AZ-ZAHRA. Usaha ini memproduksi bahan makanan jadi yang berupa makanan pokok, baik berbentuk freshfood ataupun dryfood.
B. Manajemen Usaha
Pengelolaan usaha berbentuk organisasi yang dipimpin oeh seorang manager. Usaha kami merupakan usaha mandiri yang dikelola oleh alumni-alumni dan mahasiswa Universitas Hasanuddin. Adapun biodata pengelola usaha kami lampirkan kemudian.
C. Usaha-Usaha Yang Telah Dikelola
Kami merupakan alumni-alumni yang telah berpengalaman dalam mengelola beberapa usaha, adapun diantaranya yaitu:
1. RPH Sudiang Poultry, merupakan bidang usaha yang bergerak dalam bidang peternakan, mulai dari budidaya ayam broiler, budidaya itik pedaging, budidaya lele, budidaya lobster, jasa pemotongan hewan, chicken meatball (bakso ayam dengan merk terdaftar Bakso Oryza), dan produk-produk olahan daging ayam lainnya (daging giling, boneless, dll).
2. Rose Meuble, merupakan usaha bidang kerajinan dan pertukangan, dimana kami memproduksi meubel kayu jati, logam, maupun kombinasi keduanya.
3. Friendly Bakery, merupakan usaha bidang produk makanan roti dan cakes. Kini melayani catering untuk acara-acara seminar sarjana di Universitas Hasanuddin.
4. Formatan, merupakan usaha bidang budidaya jamur merang. Kini dalam pengembangan usaha untuk pengelolaan yang maksimal.
5. Kios Az-Zahra, merupakan usaha bidang warung makan. Menyajikan makanan-makanan pokok (nasi ayam bakar, ayam goreng asam, ayam kare, dll), juga makanan-makanan sekunder dan tersier (nasi goreng, mie hokkian, mie bakso, dll).
6. Coto Pondokan, juga merupakan usaha bidang warung makan. Menyajikan makanan khas makassar yaitu coto makassar.
7. B10F, merupakan usaha bidang Informasi dan Teknologi, pernah melakukan berbagai pelatihan-pelatihan keterampilan dasar komputer, hingga ke daerah-daerah di Sulawesi-Selatan. 
III. ASPEK PEMASARAN

A. Gambaran Umum Pasar
Usaha warung makan ini kami dirikan di lokasi yang cukup strategis yakni di tengah pemukiman mahasiswa yang berdomisili di pondokan UNHAS di kecamatan Tamalanrea. Selain itu, lokasi ini terletak di pinggir jalan penghubung Kampus Unhas – Pondokan – Perumahan Asal Mula, yang merupakan jalur utama yang ramai dilewati oleh penduduk.
Adapun wilayah pemasaran yang akan dicakup yaitu areal Tamalanrea, yang sebagian besar merupakan rumah tinggal Mahasiswa Kampus di sekitarnya. Dominan mahasiswa yang bermukim di lokasi tersebut adalah mahasiswa Unhas, sementara yang lainnya adalah mahasiswa Politeknik, STIMIK Dipanegara, STIKES, dan beberapa kampus lainnya yang berlokasi sekitar 2 km2 dari lokasi rencana pasar.
B. Permintaan
1. Perhitungan konsumen utama :
a. Lokasi usaha : Areal Pondokan Tamalanrea
b. Perkiraan jumlah penduduk : 10.000 orang
c. Perkiraan usia penduduk : 19-30 tahun (90% jumlah penduduk)
d. Perkiraan pendapatan penduduk : menengah kebawah (80% penduduk)
e. Potensi konsumen : 90% x 80% x 10.000 = 7.200 orang
f. Perkiraan konsumen warung/bln : 1prs x 1bln x 7.200 = 7.200 porsi
g. Perkiraan konsumen warung/thn : 2 x 10 bulan x 7.200 = 144.000 porsi

2. Proyeksi kebutuhan
Proyeksi kebutuhan selama 5 tahun mendatang (dengan asumsi pertumbuhan jumlah penduduk sekitar 2%/th)
Tahun Proyeksi Permintaan (Dalam Porsi)

2008 144.000
2009 146.880
2010 149.818
2011 152.814
2012 155.870
Tabel 1. Proyeksi Permintaan Selama 5 Tahun Mendatang



C. Penawaran
Perhitungan kapasitas produksi untuk kios yaitu hasil perkalian jumlah kursi (32) dengan jumlah waktu makan sehari (3 kali) yaitu 28.800 porsi. Pengembangan penawaran sebesar 5%.
Tahun Proyeksi Penawaran (dalam porsi)

2008 28.800
2009 30.240
2010 31.752
2011 33.340
2012 35.007
Tabel 2. Proyeksi Penawaran Usaha 5 Tahun Kedepan
D. Rencana Pemasaran dan Pangsa Pasar (kenaikan rencana penawaran 5% /th)
Tahun Permintaan Penawaran Peluang Pasar

(A) (B) (C) = (Bx100%)/A
2008 144.000 28.800 20%
2009 146.880 30.240 21%
2010 149.818 31.752 21%
2011 152.814 33.340 22%
2012 155.870 35.007 22%
Tabel 3. Rencana Pengembangan Pasar 5 tahun kedepan
E. Strategi Pemasaran Perusahaan
Survei lapangan dan hasil analisis yang kami lakukan menyatakan bahwa sekitar 95% mahasiswa di pondokan lebih sering makan di warung makan daripada masak sendiri. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan waktu yang dimiliki dalam melakukan aktivitas hariannya sangat sedikit untuk dapat dialokasikan dalam penyediaan makanan sendiri, sehingga cenderung menyukai yang lebih simple. Hal inilah yang mengakibatkan usaha warung makan untuk areal pondokan sangat memungkinkan untuk berkembang pesat.
Kios ini kami dirikan di lahan yang strategis, yaitu jalan penghubung antara Kampus UNHAS – Pondokan Tamalanrea – Perumahan Asal Mula, dimana hampir setiap hari, ratusan mahasiswa baik yang berkendaraan maupun berjalan kaki berlalu-lalang. Pada 2 bulan pertama, kami dapat menampung hingga 60-70 porsi per hari, meski hanya dengan promosi yang minimalis.
Kami menyediakan menu makanan pokok sehari-hari, dan selain itu kami juga menyediakan makanan kelas menengah atas dengan harga minimalis sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat sekitar kampus. Untuk menu-menu masakan kelas menengah atas ini telah kami perkenalkan selama 4 bulan, dengan jumlah pelanggan untuk jenis makanan ini sebanyak 50 porsi per hari.

F. Kendala Yang Dihadapi
Adapun beberapa kendala yang kami hadapi adalah :
1. Bangunan yang kami tempati merupakan bangunan usang yang telah kami perbaiki, tetapi karena kendala modal, sehingga renovasi yang kami lakukan tidak maksimal. Pada musim hujan, air masuk menggenangi lantai dan membasahi peralatan, sehingga kinerja kami terganggu, kondisi kios terkesan jorok, dan mengurangi kapasitas produksi akibat meja dan kursi yang basah. Sementara pada musim panas, tidak adanya plafon membuat hubungan langsung antara ruang makan dengan atap yang terbuat dari seng, sehingga suhu di dalam ruangan menjadi tinggi.
2. Kekurangan peralatan membuat produksi kami menjadi lambat dan boros, karena kami menggunakan kompor minyak tanah yang sudah usang, sehingga kadang terjadi kebocoran yang mengakibatkan pelambatan pelayanan, boros bahan bakar, dan makanan menjadi bau.
3. Kekurangan peralatan juga menghambat kami untuk menambah menu yang kami produksi, padahal kami memiliki keahlian dan pengetahuan yang cukup tinggi dalam bidang itu.
4. Kendala pada nomor 1 dan 2 mengakibatkan jumlah produksi kami menurun drastis hingga 50 % pada bulan ke-3 dan ke-4, yaitu pada saat musim penghujan, sehingga mengharuskan kami untuk melakukan evaluasi dalam menghadapi kendala tersebut.

G. Perencanaan Usaha
Adapun rencana-rencana yang kami siapkan dalam menghadapi kendala tersebut adalah :
1. Merenovasi bangunan semaksimal mungkin, dengan mempertimbangkan kendala-kendala prioritas, sehingga dapat menjadikan tempat kami lebih bersih, rapi, dan higienis.
2. Mengganti peralatan yang memboroskan bahan bakar, yaitu dengan mengganti kompor minyak tanah dengan kompor gas dan kompor briket, sehingga dapat mempercepat pelayanan, mempertahankan kehigienisan makanan, serta mewujudkan kebersihan dan ramah lingkungan.
3. Menambah peralatan untuk beberapa menu khusus yang juga membutuhkan peralatan khusus, sehingga dapat menjadikan penambahan menu yang lebih beraneka ragam dan lebih kreatif.
4. Meningkatkan promosi, baik secara verbal maupun nonverbal, dengan melakukan kegiatan bazaar, pemasangan spanduk maupun pamflet, dan kegiatan promosi lainnya setelah melengkapi menu yang tersedia. 
IV. ASPEK PRODUKSI

A. Gambaran Umum Produksi
Usaha kios AZ-Zahra menyediakan makanan-makanan olahan seperti nasi goreng spesial, nasi goreng jakarta, mie kering, mie goreng, mie hokkian, mie bakso dan lainnya. Menu-menu diatas kami jual dengan harga beragam, mulai Rp 4.000/porsi hingga Rp 5.000/porsi. Koki yang kami gunakan adalah koki yang telah berpengalaman untuk bidang masakan, yang pernah bekerja di berbagai rumah makan terkenal di makassar dan maros.
Kios AZ-ZAHRA memiliki 6 set meja kursi dimana tiap set terdiri atas 1 meja dan 4 kursi. Jadi untuk keseluruhan terdapat 24 kursi. Sementara untuk peralatan meja makan, kami bekerja sama dengan Teh Sosro, yang memberikan kami bantuan peralatan seperti tempat sendok, tempat tissue, dan piring.
B. Pengembangan Produksi
Kios Az-Zahra kini telah berjalan selama 4 bulan, dengan produksi pada bulan 1 dan 2 sekitar 60-70 porsi per hari, dan bulan 3 dan 4 sekitar 30-40 porsi per hari. Target kami untuk tahun 2008 adalah meraih produksi sebanyak 100 porsi per hari. Hal tersebut dapat diperoleh dengan 2 cara. Pertama yaitu dengan merenovasi tempat, sehingga dapat mewujudkan kebersihan dan kenyamanan bagi konsumen, sehingga menimbulkan rasa “betah” dan “ingin kembali” pada konsumen. Kedua yaitu dengan penambahan menu, dimana menu yang kami masukkan adalah menu makanan sehari-hari seperti nasi ayam kare/bakar/goreng asam, nasi ikan, nasi tempe, nasi telur, dan beberapa menu lainnya seperti ayam crispy, bubur ayam, bubur kacang ijo, dan beberapa menu makanan dan minuman ringan. Sementara untuk pengembangan tiap tahun, kami menargetkan pengembangan produksi minimal 5 % (cat: target perkembangan ekonomi Indonesia tahun 2008 adalah 6,8%. Sumber : APBN). Pada tahun pertama, kami menargetkan 96 porsi per hari, tahun kedua 101, tahun ketiga 106, tahun keempat 111, dan tahun kelima 117 porsi.

V. ASPEK KEUANGAN
A. Tinjauan Keuangan
1. Keuangan
KETERANGAN TOTAL

A. BIAYA PRODUKSI
1. Sewa Lahan selama 3 tahun Rp15,000,000
2. Peralatan Rp3,000,000
3. Instalasi Listrik Rp1,900,000
4. Bangunan Rp1,000,000
TOTAL BIAYA PRODUKSI Rp20,900,000
B. BIAYA OPERASIONAL
Biaya Tetap (BT)
1. Gaji Pegawai Rp1,600,000
3. Biaya Listrik Rp100,000
Total Biaya Tetap Rp1,700,000
Biaya Variabel (BV)
1. Biaya Pelayanan Konsumen Rp75,000
2. Bahan Baku Rp7,500,000
3. Maintenance Rp250,000
Total Biaya Variabel Rp7,825,000
TOTAL BIAYA OPERASIONAL (BT+BV) Rp9,525,000
C. 1/10 x (A+B) Rp3,042,500
TOTAL BIAYA KIOS (A+B+C) Rp33,467,500
Tabel 4. Keuangan Kios Az-Zahra


Perhitungan Penyusutan Nilai (Rp.) Umur Ekonomis Penyusutan Per Tahun
1. Bangunan Rp 4,040,000 10 th Rp 404,000
2. Peralatan Rp 4,552,500 5 th Rp 910,500
TOTAL PENYUSUTAN Rp 1,314,500

Tabel 5. Biaya Penyusutan Alat Produksi Kios Az-Zahra

4. Perencanaan Pendanaan
No Item Unit Harga Satuan Total Harga
A. RENOVASI BANGUNAN
1 Semen 8 Rp28,000 Rp 224,000
2 Tegel 30 Rp35,000 Rp 1,050,000
3 Gamacca 30 Rp25,000 Rp 750,000
4 Balok 20 Rp7,000 Rp 140,000
5 Paku 10 Rp5,000 Rp 50,000
6 Pasir 2 Rp300,000 Rp 600,000
7 Seng 10 ft 5 Rp50,000 Rp 250,000
Total Biaya Renovasi Rp 3,064,000
B. PENAMBAHAN PERALATAN
1 Kompor Gas 1 Rp230,000 Rp 230,000
2 Tabung Gas 1 Rp200,000 Rp 200,000
3 Kompor Briket 2 Rp135,000 Rp 270,000
4 Regulator + Pipe 1 Rp112,500 Rp 112,500
5 Panci Goreng Vacuum 1 Rp200,000 Rp 200,000
6 Bunga Hias 4 Rp35,000 Rp 140,000
7 Etalase 1 Rp500,000 Rp 500,000
Total Biaya Peralatan Rp 1,652,500
C. BIAYA LAIN-LAIN = (A+B)x10% Rp 471,650
Total (A+B+C) Rp 5,188,150
Tabel 8. Perencanaan Pendanaan Pengembangan Kios Az-Zahra


B. Analisis Usaha
Setelah mengamati tabel-tabel perencanaan kami diatas, terdapat beberapa analisis yang dapat kita amati. Dengan harga jual rata-rata Rp 4.000 per porsi, BEP produksi per tahun adalah 23.576 jam per tahun atau sekitar 79 porsi per hari. Jika waktu makan di warung adalah 3 kali sehari, maka jumlah porsi rata-rata pada tiap waktu makan adalah 27 porsi. Untuk BEP harga produksi, terlihat bahwa dengan target 96 porsi per hari atau sekitar 28.800 per tahun BEP yang kami peroleh adalah Rp 3.684 per porsi.
Untuk perhitungan Benefit Cost (B/C Ratio), angka yang kami dapatkan adalah 1,09 (dimana pada angka ≥1, usaha tersebut dianggap layak). Dan untuk perhitungan Pengembalian Investasi (Return of Investment), pada tahun pertama kami memperoleh angka 7,73%, dan tahun kelima 28,79%, yang berarti dimana tiap nilai investasi akan mendapatkan pengembalian sekitar 7,73% hingga 28,79%.
Setelah melakukan observasi dan analisis diatas, kami menyimpulkan bahwa investasi pada bidang warung makan yang kami kelola ini adalah layak dan menguntungkan.

C. Pinjaman dan Pengembalian Pinjaman
Perhitungan biaya investasi dilakukan secara cermat dan seakurat mungkin. Setelah melakukan analisa dan merumuskan perhitungan pada Tabel 8, kami menaksir biaya pelaksanaan proyek ini sekitar Rp. 5.200.000. Biaya tersebut akan kami gunakan untuk renovasi bangunan dan pengadaan peralatan, sebagaimana terlampir pada Tabel 8.
Pengembalian pinjaman akan dilakukan pada akhir tahun berjalan. Evaluasi dan monitoring usaha akan kami lakukan dan kami laporkan sedikitnya sebulan sekali, dan akan kami buatkan laporan tahunan sebagai pertanggungjawaban administrasi.

VI. PENUTUP

Bernaung di bawah suatu perusahaan negeri maupun swasta adalah suatu pilihan, sementara mendirikan perusahaan pribadi dari nol hingga pengembangannya, pun adalah pilihan lain. Salah satu penyakit sosial yang diderita oleh masyarakat Indonesia adalah ketergantungan untuk menjadi pegawai negeri yang sangat tinggi, hingga keinginan untuk berusaha membuka lapangan kerja baru menjadi alergi bahkan fobia. Penyakit mental inilah yang membuat negara kita yang kaya akan sumber daya alam dan kuantitas manusia, menjadi lemah tak berdaya di hadapan negara-negara maju, bahkan ketika kita berhadapan di halaman rumah kita sendiri.
Wirausaha dalam UKM kecil dan menengah merupakan suatu cara dalam meraih kemapanan skill dan kecakapan mental bagi alumni-alumni Universitas Hasanuddin sebagai modal untuk melakukan usaha-usaha yang jauh lebih besar, dalam menghadapi problem bangsa kedepan. Dalam berwirausaha terdapat kiat manejemen diri, manajemen kelompok, manuever-manuever taktis dan strategis, pengambilan resiko, dan masih banyak hal lain yang bisa didapatkan melalui wirausaha. Tiap usaha memiliki berbagai tantangan dan cobaan yang tidak bisa dihindari, tetapi bisa diminimalisir bahkan dimanfaatkan menjadi senjata.
Merupakan suatu kehormatan bagi kami, selaku tunas-tunas muda yang baru tumbuh, untuk mempersembahkan keinginan kami yang tertuang dalam proposal yang kami ajukan ini. Adalah suatu kebanggaan, jika kiranya uluran tangan kami dapat disambut oleh semua pihak, agar dapat bekerjasama dengan kami, sehingga tujuan dan cita-cita kita bersama dapat terwujud secara paripurna. Kritik dan saran mutlak kami harapkan, sehingga dapat menjadikan sintesa terhadap ide-ide kami, demi pengembangan usaha-usaha yang kami lakukan. Semoga segala niat tulus kita diridhoi oleh Allah Azza wa Jalla, dirahmati dan diberi petunjuk bagi kita, terlimpahkan karunia bagi bangsa dan negara kita. Terima kasih.
Wassalamu Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Posted by kami aksi lewat buka usaha | di 05.19

0 komentar:

Poskan Komentar