Kreativitas, Napas Para Wirausahawan
Kreativitas! Itulah intinya. Tentu kreativitas tidak hanya terbatas hanya pada produk atau jasa yang ditawarkan. Ada banyak ladang, ada banyak medan, ada banyak hal yang bisa menjadi tempat kita menuangkan kreativitas kita. Bidang pemasaran memang relatif lebih banyak membutuhkan kreativitas. Misalnya, dengan merancang berbagai marketing tools, merancang taktik-taktik pemasaran, dan lainnya. Dalam bidang keuangan, kita juga dapat melakukan efisiensi biaya dengan mencari jalan untuk melakukan pemotongan biaya tanpa menghambat kerja operasional yang ada.
Misalnya, memanfaatkan dua sisi kertas hasil cetakan untuk membuat sebuah draft laporan atau konsep. Bayangkan berapa hemat yang dapat dilakukan bila itu berjumlah 2-3 rim sebulan. Lumayan, kan? Jadi, memang tidak salah kalau saya menyebut kreativitas adalah napas bagi para wirausahawan. Hampir di setiap waktu seorang wirausahawan selalu berusaha mendapatkan ide atau hal-hal baru yang mampu menunjang jalannya usaha yang sedang dilakukan. Tidak ada cara lain, modal utamanya ya kreatif! Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah bagaimana menjadi kreatif, bukan?
Percayalah, kreatif itu bukan bawaan dari lahir sehingga banyak orang merasa dirinya tidak cukup kreatif. Kreatif itu dapat diciptakan dan dilatih. Tentu dengan memberikan stimulus atau pancingan kepada otak kita agar timbul kreativitas kita. Permainan, atau membuat gambar-gambar dapat merangsang kita lebih kreatif. Sumber-sumber inspirasi kini juga banyak tersedia di mana-mana. Produk-produk yang telah ada, seperti contoh di atas, dapat kita ubah dengan sedikit modifikasi. Berbagai informasi yang ada di media cetak atau elektronik, kegiatan atau peristiwa yang ada di sekeliling kita, bukan tidak mungkin juga dapat memicu kita berkreasi.
Yang diperlukan semua adalah kesiapan otak kita untuk selalu terbuka menerima impuls atau rangsangan dari luar. Otak kita itu luar biasa hebatnya. Sehingga, sangat disayangkan jika kita tidak menggunakannya semaksimal mungkin. Bila dirunut atau bahkan jika dibaca biografi para wirausahawan yang sukses, seperti Bill Gates, Waltz Disney, Ibu Mooryati Soedibyo, atau Soekiyatno Nugroho, hampir selalu dipastikan karena kepandaian mereka dan kecerdikan mereka dalam menjalankan bisnis. Kreativitas mereka juga luar biasa. Siapa yang ingin mengikuti jejaknya? Ir Sri Bramantoro Abdinagoro, MM
Misalnya, memanfaatkan dua sisi kertas hasil cetakan untuk membuat sebuah draft laporan atau konsep. Bayangkan berapa hemat yang dapat dilakukan bila itu berjumlah 2-3 rim sebulan. Lumayan, kan? Jadi, memang tidak salah kalau saya menyebut kreativitas adalah napas bagi para wirausahawan. Hampir di setiap waktu seorang wirausahawan selalu berusaha mendapatkan ide atau hal-hal baru yang mampu menunjang jalannya usaha yang sedang dilakukan. Tidak ada cara lain, modal utamanya ya kreatif! Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah bagaimana menjadi kreatif, bukan?
Percayalah, kreatif itu bukan bawaan dari lahir sehingga banyak orang merasa dirinya tidak cukup kreatif. Kreatif itu dapat diciptakan dan dilatih. Tentu dengan memberikan stimulus atau pancingan kepada otak kita agar timbul kreativitas kita. Permainan, atau membuat gambar-gambar dapat merangsang kita lebih kreatif. Sumber-sumber inspirasi kini juga banyak tersedia di mana-mana. Produk-produk yang telah ada, seperti contoh di atas, dapat kita ubah dengan sedikit modifikasi. Berbagai informasi yang ada di media cetak atau elektronik, kegiatan atau peristiwa yang ada di sekeliling kita, bukan tidak mungkin juga dapat memicu kita berkreasi.
Yang diperlukan semua adalah kesiapan otak kita untuk selalu terbuka menerima impuls atau rangsangan dari luar. Otak kita itu luar biasa hebatnya. Sehingga, sangat disayangkan jika kita tidak menggunakannya semaksimal mungkin. Bila dirunut atau bahkan jika dibaca biografi para wirausahawan yang sukses, seperti Bill Gates, Waltz Disney, Ibu Mooryati Soedibyo, atau Soekiyatno Nugroho, hampir selalu dipastikan karena kepandaian mereka dan kecerdikan mereka dalam menjalankan bisnis. Kreativitas mereka juga luar biasa. Siapa yang ingin mengikuti jejaknya? Ir Sri Bramantoro Abdinagoro, MM
0 komentar:
Posting Komentar